
Kalau ditanya bagian mana yang cukup bikin cemas soal pindahan ini, jawabannya adalah flight belasan jam dengan anak 5 tahun. Walaupun udah sering naik pesawat, tapi durasi terlama Arga di pesawat hanya 3,5 jam. Sedangkan dalam pindahan ini kami akan menghabiskan waktu total hampir 16 jam di pesawat. Bayangan Arga bosan, capek, dan rewel di kabin pesawat bikin aku nyiapin segala kemungkinan. Mulai dari mainan kecil, boneka kesayangannya, buku cerita, dan pastinya cemilan favorit Arga. Semua masuk dalam tasku.
Tapi ternyata, kekhawatiranku hampir semuanya nggak kejadian. Arga baru mulai nanya terus kapan sampai di kurang dari 1 jam terakhir penerbangan kami.

Kami naik Emirates dengan rute penerbangan Jakarta-Dubai yang ditempuh dalam waktu 8 jam dan dilanjutkan dengan penerbangan Dubai-Manchester dalam waktu 7 jam 45 menit. Kami memiliki waktu transit 4 jam di Dubai International Airport. Dari awal, pengalaman kami dengan Emirates terasa smooth. Staff check-in-nya ramah dan sigap, kabin crew pun sangat ramah dan friendly. Begitu masuk pesawat, Arga langsung takjub karena pesawatnya besar, apalagi flight kedua kami yang kabinnya 2 tingkat. Arga juga excited banget sama layar hiburan pribadi dan goodie bag kecil berisi activity book lengkap dengan pensil warnanya. Kami juga difoto dengan kamera polaroid, jadi kenang-kenangan yang berharga banget nih.



Makanan yang disajikan banyak banget, beraneka ragam dan rasanya enak semua, surprisingly cocok juga buat lidahnya Arga. Dan ya, nonton kartun sambil ngemil di langit itu hiburan ampuh buat anak-anak. Apalagi Emirates punya fasilitas hiburan di pesawat (ICE) yang termasuk terbaik. Lengkap banget deh, mau nonton film atau series, mau dengerin musik, atau mau main games, banyak banget pilihannya.

Kami sampai dengan selamat, capek tentu, tapi melihat Arga happy selama perjalanan rasanya nggak jadi capek deh. Arga malah bilang pengen naik Emirates lagi, ”Suka naik pesawatnya Ma, seru.”
Leave a comment