Jendela Cerita Mama Arga

Di balik jendela, banyak cerita tumbuh dan bermakna

Dalam rangka mengisi liburan sekolah yang lalu, kami mengajak Arga untuk eksplor ke luar kota. Kami memilih York sebagai destinasi liburan pertama kami—dekat dan bisa day trip dari Sheffield.

Kami berangkat naik kereta pukul 08.22 dan tiba di York sekitar satu jam kemudian. Kota kecil yang cantik ini langsung menyambut dengan suasana tenang dan udara pagi yang terasa agak menggigit.

Reruntuhan St. Mary’s Abbey di York Museum Garden

Destinasi pertama: Memorial Gardens, taman hijau tak jauh dari stasiun, jadi spot yang pas buat pemanasan. Lanjut jalan kaki ke Museum Gardens, menikmati reruntuhan St. Mary’s Abbey dan suasana klasik khas York. Kami juga sempat berjalan menyusuri pinggiran Ouse River dan selanjutnya mampir sebentar ke York Library. Sebenarnya ini nggak ada dalam itinerary kami, tapi Arga minta ke library, ya sudahlah kami turuti sekalian numpang istirahat sebentar. Ternyata dia betah mewarnai beberapa colouring worksheet yang disediakan dan susah diajak udahan.

York Minster, bangunan katedral yang berarsitektur Gotik megah di mana setiap detailnya adalah hasil ukiran tangan manusia

Tak jauh dari situ, kami tiba di York Minster—ikon kota York yang megah dan bikin kagum. Kalo Arga justru excited karena melihat ada patung Paddington Bear di area tamannya. Setelah puas foto-foto, kami lanjut ke York’s Chocolate Story. Sebenarnya ada tour untuk melihat pembuatan cokelat bahkan mencoba membuatnya sendiri, tapi ternyata sudah full dan baru ada slot sore hari. Sebaiknya memang booking dari hari sebelumnya. Akhirnya aku cuma beli hot chocolate-nya, dan serius, seenak itu! Aku juga beli beberapa cokelat dan ternyata enak-enak semua, jadi nyesel cuma beli sedikit.

Pecinta cokelat wajib ke York’s Chocolate Story. Barisan coklat ini terlihat begitu menggoda, jadi bingung pilih yang mana

Dari sana tinggal jalan kaki sebentar sampailah ke The Shambles, area jalanan kuno yang jadi inspirasi Diagon Alley-nya Harry Potter. Kami makan siang Nana Noodles di Shambles Market Food Court dengan menu Padthai dan Chicken Satay—simple dan cocok buat isi energi.

Lorong jalan The Shambles yang padat pengunjung. Fans Harry Potter harus ke sini, ada The Shop That Must Not Be Named yang merupakan official store merchandise Harry Potter

Setelah kenyang, kami naik City Sightseeing Bus, muterin kota sambil dengerin cerita sejarah York. Arga memilih duduk di atas dengan atap terbuka, rasanya? Super dingin. Tapi dia malah tertidur pulas, mungkin kecapean juga.

Bus City Sightseeing York yang membawa kami berkeliling menikmati pemandangan dan cerita sejarah kota York

Destinasi terakhir kami adalah National Railway Museum. Ini adalah museum kereta api terbesar di dunia, dibagi menjadi dua area: Great Hall dan Station Hall. Karena waktu terbatas, kami hanya sempat eksplor Great Hall aja. Di Great Hall terdapat berbagai macam koleksi lokomotif dari yang paling tua usianya sampai shinkansen juga ada lho. Ada juga ruang bermain anak, library kecil, cafe dan toko souvenir. Walapun bukan fans kereta api tapi Arga cukup menikmati kunjungan ke museum ini. Oh ya, yang paling penting tiket masuk ke museum ini GRATIS!!!

Area Great Hall di National Railway Museum yang memamerkan beraneka macam lokomotif kereta

Kami kembali ke Sheffield dengan kereta jam 6 sore. Liburan singkat yang cukup berkesan buat kami walaupun masih banyak tempat di York yang belum sempat kami kunjungi, maklum travelling bawa anak kecil jadi nggak bisa ambisius ke sana ke mari. Boleh jadi alasan buat balik lagi kan?

Posted in

Leave a comment