Jendela Cerita Mama Arga

Di balik jendela, banyak cerita tumbuh dan bermakna

Term break di pertengahan Februari lalu kami sekeluarga memutuskan untuk liburan ke London, sekalian aku ada keperluan mengurus paspor di KBRI. Karena ini adalah kunjungan pertama kami ke London, selain landmark-landmark kota London yang utama, museum juga wajib masuk dalam itinerary. Apalagi waktu itu masih musim dingin dan sering hujan, jadi destinasi indoor lebih jadi pilihan daripada outdoor seperti park dan playground.

London memang terkenal punya banyak museum yang luar biasa. Museum-museum berkelas dunia tapi free tiket masuknya. Jadi pasti sayang banget kalo dilewatkan. Museum juga jadi destinasi yang pas dikunjungi apalagi untuk keluarga dengan anak kecil seusia Arga yang lagi hobi eksplor ini-itu.

Natural History Museum

Memasuki Natural History Museum disambut oleh bola dunia besar

Berlokasi di South Kensington, museum bergaya arsitektur Romawi dengan sentuhan gotik ini merupakan salah satu museum terbesar di dunia dalam hal ukuran koleksi. Koleksinya ada lebih dari 80 juta spesimen botani, entomologi, mineralogi, paleontologi, dan zoologi. Yang ikonik di sini adalah kerangka paus biru berukuran 28,3m dan juga replika dinosaurus.

Untuk mengunjungi museum ini sebaiknya booking dari jauh hari untuk dapat slot waktu yang sesuai dengan keinginan. Bisa datang on-the-spot tapi ada antrian yang tergolong sangat panjang. Museum ini tidak memungut biaya tiket alias gratis.

Dari area pintu masuk yang lain, langsung disambut fosil dinosaurus yang sangat besar

Saat kami berkunjung ke museum ini kondisinya sangat padat pengunjung. Mungkin karena sedang musim liburan sekolah. Tapi saking crowdednya malah jadi bikin Arga ngga nyaman dan rewel. Alhasil kami belum sempat eksplor ke semua zona pamerannya. Semoga suatu saat kami bisa balik lagi dengan kondisi yang lebih kondusif.

British Museum

Begitu masuk ke British Museum aku dan Arga langsung kompak bilang “wow” karena takjub akan desain museum ini

Museum ini merupakan salah satu museum yang terbesar di Inggris. Museum ini menyimpan koleksi sejarah, seni, dan budaya manusia dari zaman ke zaman,dan dari seluruh belahan dunia. Sama seperti Natural History Museum, British Museum juga gratis untuk dikunjungi. Kita juga harus booking tiket dari jauh hari melalui website resminya.

Antrian di pintu masuk mengular sangat panjang saat kami datang, tapi kondisi di dalam tidak sepenuh seperti saat di Natural History Museum. Mungkin karena museum ini lebih luas. Luas museum ini mencapai lebih dari 92.000 meter persegi.

Langkah pertama memasuki museum ini, kami dibuat takjub oleh megahnya desain interior dengan sentuhan modern. Atap kaca mozaik raksasa menjadi daya tarik tersendiri yang mencuri perhatian pengunjung. Galei di museum ini dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan wilayah geografisnya, seperti Mesir Kuno, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Asia.

Tak semua galleri kami kunjungi karena keterbatasan waktu dan tenaga. Kami hanya ke area mummy di Mesir Kuno serta ke Gallery Jepang di zona Asia. Kami juga sempat memasuki The Reading Room yang sangat menakjubkan.

Science Museum

Berada di satu area dengan Natural History Museum di South Kensington, museum ini juga jadi museum yang wajib dikunjungi tak hanya untuk anak-anak. Sesuai namanya, museum ini menampilkan koleksi ikonik kemajuan teknologi dan ilmiah dunia dengan berbagai pameran dan permainan interaktif.

Ada area Mathematics, area Space yang menampilkan roket dan satelit asli, area Flight dengan koleksi pesawat terbang dan sejarahnya, dan banyak area lainnya. Pengunjung juga bisa melakukan percobaan sains pada alat-alat peraga interaktif di setiap gallery.

Area Flight di Science Museum, selain menikmati pameran ada area art and craft di mana anak-anak bebas membuat prakarya

Masuk ke museum ini gratis, tapi pengunjung harus melakukan pre-booking secara online melalui websitenya. Karena kami datang di musim liburan sekolah lagi-lagi kami haru menghadapi situasi yang super crowded. Untuk mencoba beberapa permainan interaktif kami harus antre cukup lama dan tentu saja ini membuat Arga bosan dan rewel.

London Transport Museum

Bus tingkat merah classic yang jadi ikon kota London

Museum ini berlokasi di Covent Garden. Berbeda dengan museum-museum sebelumnya, kali ini yang gratis hanya tiket untuk anak-anak. Untuk usia di atas 17 tahun harus membeli tiket seharga £25. Pembelian tiket dilakukan secara online melalu website museum  sekaligus memilih tanggal dan jam kedatangan.

Karena kami memilih kunjungan terpagi saat museum baru buka, kondisi masih sepi dan nyaman untuk Arga eksplor sepuasnya. Di pintu masuk Arga dibekali trail map di mana ia harus mengumpulkan stamp di setiap area pameran. Tentu saja ini aktivitas yang sangat menyenangkan dan membuatnya jadi semangat keliling museum.

Sesuai namanya, museum ini memamerkan sejaran transportasi di London selama 200 tahun terakhir. Dari kereta kuda, kereta kayu, kereta uap bawah tanah pertama, dan tentu saja bus tingkat merah yang ikonik. Meski tidak terlalu besar tapi koleksi di dalamnya cukup banyak. Selain ada beberapa pameran interaktif, ada juga zona keluarga yang menyediakan tempat bermain untuk anak-anak. Pastinya ini jadi tepat favoritnya Arga. Anak bisa bermain peran menjadi pengemudi bus, pengemudi kapal, mekanik, dan lain-lain.

Dari perjalanan museum hopping selama beberapa hari di London ini, aku jadi belajar satu hal. Jalan-jalan bersama anak ternyata bukan lagi tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi atau seberapa lengkap itinerary yang bisa dicentang. Ada kalanya kita harus mengalah pada kondisi, mengurangi ambisi eksplor, dan menyesuaikan ritme perjalanan dengan kenyamanan anak.

Dulu mungkin aku akan memaksakan untuk tetap masuk ke semua galeri atau bertahan lebih lama demi “sayang sudah jauh-jauh datang”. Tapi sekarang rasanya yang paling penting justru melihat Arga tetap happy, nyaman, dan menikmati pengalamannya. Karena pada akhirnya, liburan keluarga bukan tentang mengejar sebanyak mungkin destinasi, melainkan tentang menciptakan kenangan yang menyenangkan untuk semua anggota keluarga — terutama si kecil yang sedang belajar mengenal dunia dengan caranya sendiri.

Posted in ,

Leave a comment