Jendela Cerita Mama Arga

Di balik jendela, banyak cerita tumbuh dan bermakna

Salah satu destinasi yang dari awal langsung aku masukkan ke dalam itinerary Manchester adalah John Rylands Library.

John Rylands Library merupakan sebuah perpustakaan bersejarah dengan gaya arsitektur neo-Gothic. Lokasinya berada di Deansgate dan kebetulan tidak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap.

Di antara gedung-gedung modern di sekitarnya, bangunan perpustakaan ini memang langsung menyita perhatian. Dari luar saja sudah terlihat megah dan rasanya langsung mengundang kita untuk masuk ke dalamnya.

Gedung perpustakaan ini dibangun pada tahun 1890 sebagai bentuk kenangan dan penghormatan dari Enriqueta Augustina Rylands untuk suaminya, John Rylands.

Meskipun kini menjadi bagian dari University of Manchester, perpustakaan ini tetap dibuka untuk umum sehingga siapa pun bisa datang dan menikmati keindahan bangunannya.

Antre Sebelum Perpustakaan Dibuka

John Rylands Library buka dari hari Rabu sampai Sabtu mulai pukul 10.00.

Waktu itu kami datang beberapa menit sebelum jam 10 dan ternyata sudah cukup banyak wisatawan yang antre menunggu pintu dibuka. Syukurlah kami datang lebih awal karena antreannya belum terlalu panjang.

Semakin mendekati jam 10, antrean mulai mengular dan bahkan sudah mendekati jalan raya.

Jadi kalau kamu ingin datang ke sini, menurutku datang sedikit lebih awal adalah pilihan yang bagus, terutama kalau ingin menghindari antrean panjang.

Berasa Masuk Hogwarts

Begitu memasuki perpustakaan ini, kesan pertama yang muncul dalam benakku adalah:

โ€œIni seperti masuk Hogwarts!โ€ ๐Ÿ˜‚

Tangga dan atap kubah memberi kesan megah, indah dan sakral

Interiornya benar-benar punya nuansa seperti sekolah sihir. Langit-langitnya tinggi dengan atap berbentuk kubah, sementara dinding dan pilarnya dihiasi berbagai ukiran batu dengan detail yang rumit.

Tangga dengan ornamen klasik, jendela kaca patri, serta rak-rak buku kayu berukuran besar semakin membuat suasananya terasa seperti berada di dalam film Harry Potter.

Area ruang bacanya juga sangat luas dengan desain interior yang menurutku lebih mirip sebuah Cathedral daripada perpustakaan biasa.

Area ruang baca, terlalu cantik untuk disebut perpustakaan

Di beberapa sudut terdapat patung-patung yang ikut menghiasi ruangan, salah satunya adalah patung Beethoven.

Patung John Rylands di sudut ruang baca John Rylands Library

Buat yang membawa anak-anak, jangan khawatir mereka akan cepat bosan. Arga sendiri sama sekali nggak terlihat bosan selama berada di sini. Dia malah sibuk melihat-lihat berbagai macam benda di sekitarnya, mencoba duduk di beberapa bangku yang ada di area duduk, dan tentu saja sibuk bertanya,

Namanya juga anak-anak, rasa penasarannya memang nggak ada habisnya. Tapi justru menurutku itu yang membuat kunjungan ke tempat seperti ini menarik. Anak bisa melihat bangunan dan benda-benda bersejarah secara langsung, sambil belajar dari rasa ingin tahunya sendiri.

Meskipun kami datang bersama anak, kami tetap bisa menikmati keindahan perpustakaan ini dengan santai.

Mesin cetak jaman dulu yang dipajang di salah satu sudut perpustakaan

Menyimpan Naskah yang Sangat Langka

Selain memiliki bangunan yang luar biasa indah, John Rylands Library juga menyimpan koleksi naskah dan buku-buku bersejarah yang sangat berharga.

Salah satu koleksi yang terkenal adalah St John Fragment, yaitu potongan naskah yang dianggap sebagai salah satu fragmen Perjanjian Baru tertua yang masih ada.

Buatku, bagian ini membuat kunjungan ke John Rylands terasa lebih dari sekadar melihat bangunan cantik. Di balik interiornya yang terlihat seperti Hogwarts, ternyata perpustakaan ini juga menyimpan sejarah yang sangat panjang.

Jangan Lupa Mampir ke Souvenir Shop

Sebelum keluar kami juga sempat mampir ke souvenir shop. Ada banyak barang unik yang menarik untuk dibeli, mulai dari postcard, pin, sampai berbagai merchandise bertema John Rylands Library.

Dan ternyata pilihan souvenir kali ini sepenuhnya ditentukan oleh Arga๐Ÿ˜‚ Dia memilih sebuah pin berbentuk gedung John Rylands Library dan postcard unik dari The Manchester Odyssey.

Souvenir pilihan Arga

Postcard-nya menurutku lucu banget karena dibuat menyerupai potongan naskah kuno lengkap dengan bagian-bagian yang terlihat seperti sobekan. Di bagian belakangnya juga ada penjelasan mengenai The Manchester Odyssey.

Sedangkan pin berbentuk gedung John Rylands langsung dipilih Arga karena katanya โ€œini yang paling bagus.โ€ ๐Ÿ˜†
Kecil memang, tapi justru souvenir seperti ini yang nanti akan mengingatkan kami pada perjalanan ke Manchester dan kunjungan pertama kami ke perpustakaan yang berasa seperti Hogwarts ini. โค๏ธ


John Rylands Library menurutku adalah salah satu tempat yang wajib masuk itinerary kalau sedang jalan-jalan ke Manchester, bahkan kalau kamu bukan seorang book lover.

Bangunannya saja sudah cukup menjadi alasan untuk datang. Arsitektur neo-Gothic yang megah, ruang baca yang terasa seperti berada di dalam cathedral, dan koleksi sejarahnya membuat tempat ini punya pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata lainnya.

Dan buat penggemar Harry Potter, bonusnya adalah bisa merasakan sedikit sensasi โ€œjalan-jalan ke Hogwarts.โ€

Kalau sedang berada di Manchester, jangan cuma lewat Deansgate. Sempatkan masuk ke sini dan lihat sendiri betapa cantiknya John Rylands Library โค๏ธ

Posted in

Leave a comment