Jendela Cerita Mama Arga

Di balik jendela, banyak cerita tumbuh dan bermakna

  • Suasana pagi yang menyegarkan di Pantai Nirwana

    Di antara hiruk-pikuk kota, terkadang kita butuh pelarian ke tempat yang tenang dan menyegarkan. Saat kami pindah ke Baubau, Pantai Nirwana jadi oase favorit keluarga kecil kami. Cantiknya pemandangan dan suasana yang ramah keluarga membuat kami ingin terus kembali. Yuk, aku ajak kamu menjelajah keindahan Pantai Nirwana lewat cerita ini!

    Pagi itu, suatu hari di Desember 2023, pertama kalinya Ayah Arga mengajak kami ke sebuah pantai paling terkenal di kota Baubau. Pantai Nirwana, yang langsung membuatku terpesona melihat gradasi warna air lautnya. Langsung tak sabar rasanya ingin menceburkan diri ke air laut yang pasti menyejukkan.

    Pantai Nirwana terletak tak jauh dari pusat kota Baubau, hanya sekitar 9 km atau 20 menit perjalanan dari rumah kami. Dengan biaya hanya Rp 11.000 untuk 1 mobil dan 3 orang, kami sudah bisa menikmati keindahan pantai sepuasnya. Selain jernihnya air laut, pasirnya yang putih juga menjadi daya tarik Pantai Nirwana. Tak banyak batu karang dan ombak yang cenderung sangat tenang di pagi hari, membuatnya sangat nyaman untuk berenang. Aku menyebutnya “The Real Infinity Pool

    Kegiatan favorit kami: renang di tengah laut, mengumpulkan kerang, dan duduk santai menikmati ombak

    Ada banyak gazebo berjejer di sepanjang tepian pantai yang bisa disewa dengan membayar Rp 50.000, namun kami lebih suka membawa tikar dan menggelarnya di atas pasir. Sambil menikmati jagung rebus yang dijajakan pedagang keliling, kami juga mengumpulkan banyak kerang yang unik dan menarik. Tak lupa juga untuk mengajak Arga berlomba membuat istana pasir. Dan tentu saja kalau Arga udah nyebur, susah diajak udahan. Lautnya sangat aman untuk berenang, sampai sekitar 50 meter dari tepi pantai airnya masih cenderung dangkal. Bila beruntung kami bisa bertemu ikan-ikan kecil yang berenang ke sana kemari. Penyewaan ban, perahu dan banana boat juga tersedia di pantai ini.

    Gazebo nyaman untuk bersantai di tepi pantai

    Kami biasa berkunjung di pagi hari sekitar jam 6an, sehingga bisa menikmati suasana sebelum panas matahari terlalu menyengat. Tapi ketika matahari mulai terik itulah gradasi warna putih ke biru terang hingga biru gelap terlihat sangat cantik. Puas berenang, tak perlu khawatir karena ada banyak kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Cukup dengan membayar Rp 3.000 untuk 1 jerigen air.

    Sampai saat ini tak terhitung sudah berapa kali kami menghabiskan waktu libur di Pantai Nirwana. Setiap kunjungan membawa kebahagiaan dan kehangatan tersendiri. Pantai Nirwana bukan sekadar tempat wisata, tapi juga jadi bagian dari kenangan keluarga kami. Kalau kamu ada rencana ke Baubau, jangan lewatkan keindahan surga kecil ini. Siapkan kamera dan hati untuk menikmati pesona alam yang menakjubkan!

  • Halo, aku Nisya, mama dari Arga. Dulu aku tinggal dan bekerja di Jakarta, hidup yang sibuk dan penuh dinamika kota besar. Aku melahirkan Arga di masa pandemi Covid-19—masa yang justru menjadi keuntungan bagi mama bekerja sepertiku. Karena sistem kerja yang sepenuhnya dari rumah (WFH), aku jadi punya lebih banyak waktu bersama Arga.

    Namun setelah dunia kembali normal, ritme kerja kembali padat. Aku larut dalam hari-hari sibuk, bahkan tak jarang pulang lewat tengah malam. Seperti banyak working moms lainnya, aku pun sering menghadapi drama rengekan anak: ā€œMama nggak boleh ke kantor,ā€ yang bikin hati galau setiap mau berangkat kerja.

    Pada November 2023, aku memutuskan resign dari tempat kerjaku setelah hampir 12 tahun mengabdi. Aku dan Arga menyusul ayahnya yang dipindah tugas ke Baubau—sebuah kota kecil di sebuah pulau, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Banyak yang mendukung, tapi tak sedikit juga yang mempertanyakan. Namun, aku sudah mantap dengan keputusanku. Apalagi Arga masih di masa golden age yang membutuhkan kehadiran penuh kedua orangtuanya.

    Buatku, perjalanan ini bukan sekedar pindah tempat, tapi juga memulai kehidupan baru yang penuh tantangan dan kejutan. Dari menyesuaikan diri dengan lingkungan, hingga belajar menikmati hal-hal sederhana yang dulu terlewatkan di Jakarta.

    Di blog ini, aku ingin berbagi cerita tentang perjalanan kami—keluarga kecil yang sedang bertumbuh—dari sudut pandangku sebagai seorang mama yang sedang belajar dan akan terus belajar.

    Selamat datang di Jendela Cerita Mama Arga, tempat berbagai cerita tumbuh dan bermakna. 

    Semoga lewat blog ini, kita bisa saling berbagi, menguatkan, dan tumbuh bersama.