Siapa yang baru tau kalo 11 Juni diperingati sebagai Hari Bermain Internasional? Jujur aja, aku âď¸Yaa aku sendiri juga baru tau ada yang namanya Hari Bermain Internasional. Kenapa sih bermain pakai dibikin hari peringatannya segala? Bukannya bermain itu setiap hari dilakukan? Nah, menarik nih..
Jadi International Day of Play ini baru ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada Maret 2024. Hal ini dimaksudkan untuk memperjuangkan dan melindungi hak anak untuk bermain. Adanya hari ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kita tentang betapa pentingnya bermain bagi perkembangan dan kesejahteraan setiap anak. Peringatan ini adalah momentum yang tepat untuk mengajak orangtua, masyarakat, sekolah, serta pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung anak-anak belajar dan berkembang melalui kegiatan bermain.
Nah tema Hari Bermain Internasional tahun ini adalah âProtect play, protect childhoodâ. Tema ini menjadi pengingat bahwa masa kanak-kanak yang bahagia dan sehat didasarkan atas kesempatan anak untuk bermain.
Sayangnya di Indonesia sendiri kadang kesempatan anak untuk bermain masih terbatas. Di kota besar, ruang terbuka untuk anak bebas bermain masih sangat terbatas. Ada playground di mall-mall yang mungkin tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmati karena harganya yang tidak terjangkau. Sementara itu, di daerah yang lebih terpencil mungkin masih tersedia ruang terbuka yang luas untuk bermain. Namun, fasilitas pendukung dan area bermain yang aman belum tentu tersedia.

Bersyukurnya kami sekarang tinggal di Sheffield, kota yang sangat ramah keluarga. Hampir di setiap area pemukiman terdapat taman, lapangan, atau playground yang bisa diakses gratis. Bahkan fasilitas bermain untuk anak-anak dengan disabilitas juga banyak tersedia sehingga lebih banyak anak bisa menikmati hak mereka untuk bermain. Kendalanya cuma di cuaca aja sih, yang lebih sering hujan daripada cerah jadi bikin males main di playground.

Tak usah bergerak jauh ke sekolah maupun pemerintah, coba yuk kita mulai dari rumah. Sebagai orangtua dari anak-anak kita, sudahkan kita memenuhi hak mereka untuk bermain? Sudahkah kita memfasilitasi mereka untuk bermain? Sudahkah kita memberikan kesempatan dan waktu untuk mereka bermain? Jangan-jangan kita terlalu fokus pada nilai, prestasi, dan berbagai keterampilan yang harus dikuasai anak. Sampai lupa bahwa pada dasarnya mereka masih anak-anak. Dan salah satu hak terpenting mereka adalah bermain.
Coba yuk kita flashback sebentar, dulu waktu kita kecil seusia anak kita sekarang, apa sih yang sering kita mainin? Mungkin permainan sederhana seperti kelereng, congklak, layangan, galasin. Sementara anak kita sekarang lebih sering mainnya PS, roblox, minecraft atau malah cuma nonton Youtube. Nah, kenapa ngga sesekali kita ajak anak-anak memainkan permainan yang dulu kita sukai? Sederhana, tapi aku yakin akan berkesan buat mereka, setidaknya memperkuat bonding antara orangtua dan anak.
Zaman emang semakin maju dan berkembang, tapi hak anak untuk bermain tetap harus diwujudkan.
Yuk ajak anak main…
Leave a comment