Jendela Cerita Mama Arga

Di balik jendela, banyak cerita tumbuh dan bermakna

Jujur, dulu waktu pertama aku dengar summer di UK suhunya bisa mencapai 30°C, yang ada dalam pikiranku, “di Indonesia juga segitu bahkan lebih panas tiap hari, aman dong ya berarti?”
Ternyata di UK ada yang namanya heatwave, dan akhirnya aku merasakan sendiri bagaimana panasnya.

Heatwave di UK secara teknis ditetapkan saat suhu harian mencapai atau melebihi 25-28°C selama tiga hari berturut-turut. Dan panasnya  heatwave ini ternyata memang beda rasanya 😭 Padahal bulan Mei harusnya belum masuk summer kan ya?

Minggu lalu memang cuaca di Sheffield cerah tanpa hujan sama sekali. Dan itu terjadi tepat saat liburan sekolah. Wah, harusnya cuaca cerah jadi menyenangkan dong ya buat ajak anak piknik di taman dan jalan-jalan? Namun sayangnya suhu udara terus naik bahkan mencapai 32°C. Mungkin kalau dibandingkan Indonesia angka itu masih terasa normal. Tapi entah kenapa, panasnya di sini benar-benar bikin tidak nyaman.

Di rumah Arga rewel kepanasan, apalagi saat waktunya tidur. Yang biasanya dia udah tidur sebelum jam 9, beberapa hari sampai hampir jam 10 dia masih gelisah kepanasan. Bahkan akhirnya dia sampai tidur tanpa baju, sesuatu yang nggak pernah dia lakukan sebelumnya 🤣 Aku juga berkali-kali terbangun karena udara terasa pengap sekali padahal pintu kamar sudah sengaja dibuka biar sirkulasi udara lebih lancar.

Diajak jalan-jalan ke luar rumahpun Arga tak semangat seperti biasanya. Baru jalan sebentar udah mengeluh capek dan berujung rewel. Aku yang kepanasan ditambah harus menghadapi rengekan Arga berujung jadi sakit kepala. Kliyengan bahkan sampai agak mual yang udah jarang banget aku rasakan sejak pindah ke sini. Kesalnya lagi, begitu masuk rumah bukannya terasa adem, malah seperti masuk oven.
Baru aku sadar ternyata ada beberapa alasan kenapa heatwave di sini terasa lebih menyiksa dibanding panas tropis di Indonesia.
1. Rumah di UK Memang Dibuat untuk Menahan Panas
Salah satu penyebab utamanya ternyata desain rumah di UK sendiri.
Karena sebagian besar waktu di sini cuacanya dingin, rumah-rumah dibangun supaya hangat saat winter: dinding tebal, insulation di mana-mana, jendela double glazing, ventilasi minim agar udara dingin tidak masuk, dan lantai juga full karpet.
Tapi masalahnya, saat summer datang, panas jadi terjebak di dalam rumah. Apalagi rumah di UK tidak memakai AC. Jadi walaupun di luar “hanya” 30 derajat, di dalam rumah rasanya bisa jauh lebih gerah.

Kalo waktu di Indo lagi kegerahan di luar ya langsung aja masuk rumah setel AC. Tapi disiningga bisa begitu 😭

2. Udara di UK Lebih Kering
Hal lain yang baru aku rasakan adalah udara kering saat heatwave.
Selama semingguan kemarin ini hidungku terasa kering banget dan jadi banyak “upil” bahkan sampai ada darahnya. Aku pikir cuma cuaca dingin yang bisa bikin hidung kering dan berdarah, ternyata heatwave ini justru lebih parah keringnya.
Di Indonesia walaupun panas, udaranya lebih lembap, jadi tubuh rasanya tidak sekering ini.

3. Tubuh Kita Memang Terbiasa dengan Panas Tropis
Kurasa tubuh kita yang besar di Indonesia juga sudah terbiasa dengan cuaca panas yang stabil sejak kecil.
Sedangkan di UK, mayoritas waktu justru dingin atau sejuk. Jadi begitu suhu tiba-tiba naik drastis, badan terasa “kaget”.
Makanya banyak orang UK sudah mulai kepanasan di suhu 28–30°C, sementara orang Indonesia awalnya mungkin mikir, “Ah cuma segitu.” Sampai akhirnya merasakan sendiri 🤣

Sekarang aku baru paham kenapa setiap ada heatwave, berita di UK langsung heboh. Karena memang infrastrukturnya, rumahnya, bahkan tubuh orang-orangnya tidak terlalu siap menghadapi panas ekstrem.

Eh tapi ada juga yang bisa disyukuri saat heatwave kemarin. Jemuranku jadi cepat kering meski dijemur dalam rumah tanpa nyalain heater jemuran. Dan aku juga manfaatin cuaca panas buat bikin tempe homemade. Waktu itu pernah coba bikin sampai 5 hari belum jadi, kemarin 2 hari aja udah terfermentasi sempurna deh..

Dan minggu ini UK kembali ke setelan dasar, mendung dan hujan dengan suhu belasan derajat. Alhamdulilah adeeeemm….

Posted in ,

Leave a comment