Mengunjungi kota besar di UK, tak lengkap rasanya bila tak berkunjung ke museumnya. Makanya waktu liburan ke Liverpool, kami menyempatkan waktu untuk berkunjung ke dua museum yang terkenal di sana.
Museum of Liverpool

Bangunan Museum of Liverpool ini langsung mencuri perhatianku karena bentuknya yang unik. Bangunannya berdesain modern dibandingkan dengan bangunan-bangunan khas UK di sekitarnya. Lokasinya berada di tepi dermaga, dekat Royal Albert Dock.
Seperti banyak museum UK lainnya, tempat ini juga tidak memungut biaya untuk tiket masuk. Pengunjung juga tidak perlu melakukan booking seperti kebanyakan museum di London.
Kami datang tepat jam 10 saat museum baru buka, suasana masih sepi. Kami jadi punya lebih banyak waktu untuk eksplor setiap pamerannya.
Museum ini berisi tentang kisah Liverpool dan penduduknya. Di lantai dasar, pameran menyoroti evolusi perkotaan dan teknologi kota, baik lokal maupun nasional, termasuk Revolusi Industri dan perubahan di Kekaisaran Inggris. Ada pula galeri berbagai macam alat transportasi yang pasti jadi kesukaan anak-anak. Sementara di lantai atas menyoroti identitas Liverpool yang khas dan kuat melalui sejarah sosial kota, mulai dari pemukiman di daerah tersebut sejak zaman Neolitik hingga saat ini, migrasi, dan berbagai komunitas dan budaya yang berkontribusi pada keragaman kota. Ada pula area sejarah musik, yaitu galeri yang mengupas sejarah musik pop lokal, termasuk kisah band legendaris The Beatles (kalo yang ini sih bagian favoritku).

Museum ini juga memiliki: Little Liverpool, sebuah galeri untuk anak-anak di bawah usia enam tahun. Untuk galeri ini berbayar dan harus sesuai dengan jadwal waktu bermain. Ukuran galeri tidak terlalu besar tapi permainan yang ditawarkan cukup lengkap. Ada water-play interactive, role-playing, puzzle jigsaw, dan area sensory untuk anak di bawah 2 tahun. Tentu saja yang bikin Arga paling betah lama-lama adalah main air, apalagi ada kapal-kapal kecil yang gemesin.

World Museum Liverpool
Museum ini adalah museum yang tertua di Liverpool. Berbeda dengan Museum of Liverpool, tipe bangunannya adalah bangunan tua khas Inggris. Tiket masuknya juga gratis, tapi kalau mau nonton film di planetariumnya baru berbayar dan sebaiknya booking dari jauh hari.
Kalau Museum of Liverpool lebih banyak bercerita tentang sejarah kotanya, World Museum menawarkan pengalaman yang jauh lebih beragam. Mulai dari luar angkasa, dinosaurus, budaya dunia, serangga, hingga akuarium, semuanya bisa dijelajahi dalam satu gedung.
Lantai 5
Space and Time: Galeri yang menampilkan benda-benda luar angkasa seperti batuan bulan dan teleskop, serta dilengkapi dengan fasilitas Planetarium interaktif. Karena di dalam planetarium nyaman dan adem, apalagi sambil dengerin cerita tentang planet, Arga malah ketiduran. Berasa didongengin mungkin yaa.
Lantai 4
Wild World: Dinosaurs and Natural History. Area ini menampilkan berbagai pameran sejarah alam dan kehidupan di Bumi. Ada juga replika dinosaurus dan area interaktif yang menarik untuk anak. Pengunjung bisa mewarnai worksheet bergambar dinosaurus lalu memunculkannya di layar interaktif. Arga excited banget pas dinonya muncul di layar.

Lantai 3
World Cultures: Area ini menyimpan artefak dan benda bersejarah yang mencerminkan status Liverpool sebagai pelabuhan Kerajaan Inggris. Di lantai ini juga ada area Ancient Egypt lengkap dengan berbagai koleksi mummy.

Lantai 2
The Bug House: Area yang menampilkan berbagai macam koleksi serangga dari seluruh dunia, mulai dari yang berukuran kecil hingga spesimen yang sangat besar.
Lantai 1
Aquarium: Area yang menampilkan berbagai spesies ikan dan biota air tawar dari seluruh dunia. Arga paling gemas pas lihat bintang laut pada nempel di kaca akuarium.
Dari dua museum yang kami kunjungi, masing-masing punya daya tarik yang berbeda. Museum of Liverpool cocok untuk mengenal sejarah dan identitas kota, sementara World Museum menawarkan koleksi yang lebih beragam dan banyak area interaktif yang membuat anak-anak betah berlama-lama.
Yang paling kami sukai tentu saja karena keduanya bisa dinikmati secara gratis. Rasanya menyenangkan melihat bagaimana museum di UK bukan hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang belajar dan bermain yang ramah untuk semua usia. Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Liverpool, sempatkan mampir ke kedua museum ini. Siapa tahu, seperti Arga, anak-anak justru pulang dengan cerita favoritnya sendiri—entah tentang kapal kecil yang mengapung di Little Liverpool, dinosaurus yang “hidup” di layar, atau malah… tertidur nyenyak di planetarium.
Leave a comment