“Ma, aku mau gambarku dipajang di galeri juga.”
Aku masih ingat betul ketika Arga melontarkan keinginannya itu.
Beberapa bulan lalu, tepatnya Februari, saat kami sedang berada di area galeri lukisan di salah satu museum di London. Saat itu Arga sedang memperhatikan sebuah karya yang dipajang di sana dan meminta kertas serta pensil dariku lalu mencoba menirukan lukisan yang menarik perhatiannya.
Aku masih ingat kalimat itu.
Sederhana sekali. Anak lima tahun melihat gambar-gambar yang dipajang di galeri, lalu membayangkan suatu hari gambarnya sendiri juga ada di sana.
Waktu itu aku hanya menjawab, “Iya, pasti bisa nanti tapi sekarang harus belajar dulu biar gambarnya semakin bagus.”
Dan sejak itulah akhirnya dia setuju untuk ikut les lukis.
Aku tidak menyangka ternyata hanya beberapa bulan kemudian, aku benar-benar berdiri di depan karya-karyanya yang sedang dipajang.
Bukan di museum.
Bukan di galeri besar.
Bukan pula exhibition yang melalui proses open call dan kurasi.
Tapi tetap saja, untuk kami, hari itu terasa spesial.
Arga’s First Exhibition
Bulan lalu, empat karya Arga menjadi bagian dari exhibition yang diselenggarakan oleh tempat les lukisnya. Saat summer holiday, tempat lesnya mengadakan Art Summer Camp. Dan setiap anak yang mengikuti kegiatan tersebut mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan karyanya pada Children’s Art Exhibition.
Jadi memang bukan exhibition yang karya-karyanya dipilih melalui proses seleksi. Dan justru karena tahu konteksnya, awalnya aku sempat berpikir, “Ah, ini kan sebenarnya karena Arga ikut summer camp dan semua karya anak-anak lain juga dipajang.”
Tapi begitu datang dan melihat sendiri…
Tetap saja hati mama ini rasanya 🥹🥹🥹
Karena di sana ada nama Arga.
Dan ada lukisan yang dibuat oleh tangannya sendiri.
Dipajang.
Dilihat orang lain.
Untuk pertama kalinya.
Yang membuatku semakin terharu, ternyata Arga adalah peserta termuda dalam exhibition tersebut. Gurunya bahkan bercerita bahwa ada yang melihat karya Arga dan tidak percaya bahwa lukisan itu dibuat oleh anak berusia enam tahun.
Aku cuma bisa senyum mendengarnya. Bukan karena aku menganggap Arga sudah menjadi seniman kecil yang luar biasa.
Tapi karena aku tahu bagaimana perjalanan kecilnya sampai ke titik ini.
Beberapa waktu lalu gurunya di tempat les juga mengatakan bahwa Arga berprogress dengan baik. Sebagai orang tua, tentu saja rasanya menyenangkan mendengar hal seperti itu. Tapi yang paling membuatku bahagia sebenarnya bukan soal apakah gambarnya lebih bagus daripada gambar anak lain.
Aku justru bahagia melihat dia menikmati proses membuatnya.
Karena mungkin, untuk anak seusianya, itu jauh lebih penting.
Dan sekarang, dia punya satu pengalaman baru.
Pengalaman melihat sesuatu yang ia buat sendiri dipajang di depan orang lain.
Mungkin bagi orang lain ini hanyalah sebuah exhibition kecil di tempat les. Tapi bagi Arga, mungkin ini adalah pertama kalinya ia bisa melihat sendiri:
“Oh… ternyata gambar yang aku buat bisa dipajang juga.”
Aku kembali teringat percakapan kami di museum London beberapa bulan lalu. Waktu itu Arga hanya melihat karya orang lain dan berkata ingin suatu hari melihat gambarnya sendiri di galeri.
Dan ini memang belum galeri seperti yang ia bayangkan. Belum ada proses kurasi. Belum ada kompetisi. Belum ada juri yang memilih karyanya.
Tapi ada empat lukisan dengan namanya di sana. Dan menurutku, itu sudah menjadi satu langkah kecil yang besar untuk seorang anak berusia enam tahun.
Mungkin nanti akan ada banyak sekali langkah berikutnya. Mungkin suatu hari ia akan mengikuti kompetisi dan tidak menang. Mungkin ia akan mengirim karya ke sebuah open call dan tidak terpilih. Mungkin minatnya pada seni akan berubah ketika ia semakin besar.
Aku tidak tahu.
Untuk sekarang, aku hanya ingin menikmati momen ini. Menikmati melihat anak kecilku berdiri di depan karya yang dibuatnya sendiri. Dan mungkin nanti, bertahun-tahun dari sekarang, ketika ia sudah jauh lebih besar, aku akan menunjukkan foto ini kepadanya dan berkata, “Do you remember your first exhibition?”

Dan aku akan bercerita bahwa dulu, ketika usianya baru lima tahun, ia pernah berkata ingin gambarnya dipajang di galeri.
Lalu beberapa bulan kemudian…
gambar itu benar-benar dipajang. 🎨🥹
Leave a Reply