Kunjungan ke museum udah pasti jadi agenda wajib kalo liburan bareng anak di UK. Sewaktu liburan ke Manchester aku memasukkan dua museum dalam itinerary perjalanan. Dan ternyata dua-duanya sukses meninggalkan kesan tersendiri dan melekat di memori Arga.
Science and Industry Museum
Science and Industry Museum Manchester berlokasi di Castlefield, tidak terlalu jauh dari area city centre. Tiket masuknya gratis tapi tetap harus melakukan booking tiket sebelumnya melalui website.
Ukurannya memang tidak seluas Science Museum di London. Pengunjungnya pun tidak sepadat di sana. Menurutku, ini justru menjadi nilai tambah, terutama untuk anak seusia Arga. Ia bisa lebih leluasa mengeksplorasi berbagai hal tanpa harus mengantre lama untuk mencoba setiap aktivitas.

Setibanya di sana kami langsung naik ke lantai atas menuju area Experiment. Di sinilah pengunjung bisa mencoba langsung berbagai eksperimen seperti bermain dengan magnet, bayangan, dan mengenal konsep dasar fisika. Arga terlihat begitu antusias mencoba satu per satu eksperimen yang ada.
Di lantai atas ada pula area Power Up yang berbayar. Di dalamnya terdapat lebih dari 100 console games dari berbagai era yang bisa dimainkan sepuasnya, mulai dari Mario Bros, Sonic, sampai Minecraft. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyuka game.

Menuju ke lantai bawah ada Revolution Manchester Gallery yang menampilkan berbagai ide dan penemuan dari kota Manchester serta Textiles Gallery dengan mesin-mesin tenun bersejarah. Ada pula Power Hall yang menyimpan koleksi mesin uap, lokomotif, dan mesin-mesin industri raksasa.
Sementara itu di lantai paling bawah ada Special Exhibition Gallery yang juga berbayar. Pameran yang sedang berlangsung saat kami datang adalah Horrible Science: Cosmic Chaos, cocok untuk anak-anak yang suka dengan dunia luar angkasa dan alien. Pameran ini juga masih berlangsung sampai tanggal 3 Januari 2027.

Menariknya tidak hanya di area Experiment, di setiap galeri juga terdapat berbagai aktivitas untuk anak-anak. Arga sempat membuat roket dari kertas dan mencoba meluncurkannya. Staff museum sangat ramah dan sigap membantu Arga membuat roket sesuai desain yang diinginkannya.

Museum ini sangat aku rekomendasikan untuk keluarga yang berlibur ke Manchester. Anak-anak bisa belajar banyak hal tanpa merasa sedang belajar karena semuanya terasa seperti bermain. Tahu-tahu, kami sudah menghabiskan waktu berjam-jam di sana!
Imperial War Museum North

Imperial War Museum North (IWM North) adalah sebuah museum yang berlokasi di kawasan Trafford. Untuk menuju ke sini bisa naik Tram Trafford Centre line dari city centre dan turun tepat di depan museum.
Bentuk gedungnya saja dari luar sudah mencuri perhatian karena tampak unik. Ternyata gedungnya memang sengaja didesain dengan bentuk pecahan yang menggambarkan bumi yang hancur akibat perang.
Museum ini berisi berbagai pameran, artefak dan pengalaman tentang dampak perang terhadap kehidupan manusia dari sejak Perang Dunia I hingga saat ini. Di ruang pameran utama terdapat timeline sejarah konflik militer dan sipil yang melibatkan Inggris. Ada pula ribuan benda dan artefak bersejarah seperti tank, meriam, hingga sisa baja Gedung WTC dari tragedi 11 September.

Di ruang utama pada jam-jam tertentu juga menampilkan pertunjukkan sinematik berupa video sejarah yang diproyeksikan ke seluruh dinding dan langit-langit museum.
Meski tema utamanya terkesan berat, museum ini tetap menyediakan aktivitas yang ramah anak. Ada family activities berupa misi-misi yang harus diselesaikan untuk mengumpulkan stempel. Anak-anak juga bisa mengenakan kostum agen dan berpose layaknya agen cilik.

Dengan begitu, anak-anak tetap punya kegiatan yang bisa dinikmati sambil menjelajahi museum. Mereka tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga diajak berinteraksi dengan pameran melalui aktivitas yang lebih menyenangkan.
Sama seperti Science and Industry Museum, tiket masuk IWM North juga gratis. Jadi, menurutku, tidak ada salahnya memasukkan museum ini ke dalam itinerary saat berkunjung ke Manchester. Apalagi, merchandise store-nya cukup besar dengan koleksi yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh.
Buatku, kedua museum ini menawarkan pengalaman yang berbeda, tetapi sama-sama menyenangkan untuk dikunjungi bersama anak.
Yang paling aku suka, keduanya memberi ruang bagi anak untuk mengeksplorasi rasa ingin tahunya sendiri. Tidak harus membaca semua informasi di setiap sudut museum atau memahami setiap detail sejarahnya. Kadang, cukup dengan mencoba sebuah eksperimen, membuat roket kertas, atau menyelesaikan sebuah misi, sudah ada pengalaman baru yang dibawa pulang.
Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Manchester bersama anak, dua museum ini layak masuk ke dalam daftar kunjungan. Selain tiket masuknya gratis, keduanya juga menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar jalan-jalan atau bermain di playground.
Karena pada akhirnya, liburan bersama anak bukan cuma soal berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi juga tentang pengalaman apa yang membuat mereka antusias, penasaran, dan ingin bercerita lagi setelah pulang.
Dan untuk Arga, sepertinya dua museum ini berhasil melakukannya.
Leave a Reply